a-hole man

Illustration by me
Dahulu kala, hiduplah seorang pemuda yang mempunyai keinginan besar untuk membahagiakan orang-orang disekitarnya...

Tunggu!

Sepertinya kalimat barusan terlalu receh untuk dibaca dan sangat mendongeng, bagaimana kalau kita skip kalimat diatas dan anggap saja kita sudah mengerti apa tujuan hidup si pemuda tersebut.

Yaa pemuda itu mempunyai keinginan yang sangat amat sederhana dan pada dasarnya semua manusia pun pasti memikirkan hal itu, ia berharap untuk bisa menjadi pribadi yang sangat amat berguna bagi orang-orang disekitarnya seperti halnya lampu yang bisa menyinari satu sampai dua ruangan sekaligus, ataupun benda-benda lainnya yang menurutnya lebih berguna dibandingkan dirinya sendiri.

Dia benar-benar menghabiskan banyak waktunya untuk memikirkan kebahagiaan oranglain sampai pada akhirnya ia lupa tentang dirinya sendiri, dia pun kehilangan arah dan merasakan sebuah kesedihan yang sangat amat menyakitkan untuk ditahan seorang diri.

Lalu ia memutuskan untuk meminta pertolongan kepada orang-orang yang ia kenal, mulai dari lingkaran terdalam, menengah, sampai yang berada jauh dari kepercayaannya. Dan kalian bisa tebak hasilnya bukan? Atau kalian juga bisa menebak bagaimana rasanya? Rasa yang seakan-akan mereka memalingkan wajahnya dan berkata:

“Pergi saja, disini bukan tempatmu, kami tidak peduli.”

Tetapi terlepas dari itu semua sang pemuda tidak menyerah begitu saja, dia mencoba mencari kebahagiannya sendiri dengan mengunci dirinya disuatu ruangan dan mencoba menghibur dirinya dengan berbagai macam cara entah itu bermain permainan, berbicara dalam hati, ataupun menertawakan dirinya sendiri.

Cukup lama ia melakukan hal tersebut hingga pada akhirnya dia merasakan ada sesuatu yang muncul didalam dirinya yaitu lubang kecil berisikan kehampaan. Lubang yang lama kelamaan membesar dan melahap setiap ekspresi maupun emosi yang ia keluarkan ketika ia berbicara sendiri.

Ia telah melampaui batas kesendiriannya dan benar-benar tersesat, saat ini dia hanya bisa menunggu tanpa berharap bahwa nantinya akan ada seseorang yang mau merangkulnya dan membuatnya mengenal dunia luar kembali.

Sekalipun dunia yang buta tersebut menyebutnya “As*hole” hanya karena menilai keegoisannya yang lebih suka menyendiri, tetapi jika kita telusuri lebih dalam lagi dia hanyalah seorang pemuda yang butuh pertolongan untuk menutup lubang yang ada dihidupnya dengan sebuah kebahagiaan.
Previous Post Next Post